Ketika Muslimah Indonesia melihat isi koper, yang terpikir
adalah bagaimana mengatur sedikit baju, cukup untuk dipakai memenuhi
kebutuhan harian berpakaian selama di Tanah Suci. Maka memutuskan untuk
berganti pakaian setiap hari, dan mencuci ketika mandi adalah pilihan
tepat. Syukurnya, fashion hijab (busana muslim) yang dipilih berbahan jersey, sehingga tidak mudah kusut. Alhasil setelah dicuci-jemur, bisa langsung dilipat dan dipakai.
Untuk hijab,
motif floral yang beraneka warna, bisa dipadankan dengan abaya polos,
atau sebaliknya. Tabrak motif bisa diterapkan demi mendapatkan harmoni
baru dalam berpakaian. Untuk keseharian selama di Tanah Suci, fashion hijab tidak mesti berwarna putih. Fashion hijab
aneka warna bisa dipilih sebagai pakaian harian. Paling penting, tidak
transparan terlebih membentuk lekuk tubuh. Dan hindari warna gelap
karena sifatnya yang menyerap keringat.
Adapun saat ihram, fashion hijab berupa tunik atau abaya warna
putih bisa dipilih, untuk menghadirkan kesan bersih dan khusyuk.
Sementara untuk menutupi kepala, bisa memakai hijab panjang putih
berbentuk bergo. Penggunaan bergo
lebih praktis, ketimbang mukena bagian atas. Tak lupa mengenakan manset
untuk menutupi pergelangan tangan yang kadangkala terbuka saat
mengangkat tangan untuk berdoa kala sedang tawaf.
Untuk kaus kaki, sebaiknya tidak melepasnya, kendati tidak sedang
berihram. Ini untuk membiasakan diri agar tidak melanggar aturan
(membuka aurat) saat sedang berihram. Bawa kaus kaki agak banyak, agar
ketika dicuci, masih ada cadangan lain yang siap digunakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar